Awards

Quidam officiis similique sea ei, vel tollit indoctum efficiendi ei, at nihil tantas platonem eos. Mazim nemore singulis an ius, nullam ornatus nam ei.

JDCN Lifetime Achievement

Apresiasi kepada insan/perkumpulan yang telah menunjukkan komitmennya seumur hidup dalam menggalang kolaborasi baik di level kota, nasional, maupun internasional.
Slamet Rahardjo Djarot
Slamet Rahardjo Djarot, sutradara dan penulis skenario lahir di Serang, 21 Januari 1949. Bersama Teguh Karya saat mengenyam pendidikan di Pendidikan Akademi Teater Nasional Indonesia, tahun 1968 ia bergabung Teater Populer, group sandiwara terkemuka dan pertama di Indonesia yang berasal dari Jakarta.

+Jakarta Award

Kategori Environmental Resilience

Creator : Erik Suhardi
Erik Suhardi, warga pulau tidung ini sejak 2005 hingga 2012, menjalankan eksperimen menanam terumbu karang sendirian. Pada tahun 2014, Erik mendirikan Kelompok Pemuda Penunggul(‘batu keras’ dalam kosakata orang Pulo) yang berkegiatan transplantasi terumbu karang, menanam bakau dan menularkan kesadaran tentang bahaya sampah bagi lingkungan hidup. Dari aktifitasnya ini, masyarakat Pulau Tidung mulai sadar akan pentingnya terumbu karang sebagai rumah ikan dan sebagai potensi wisata. Saat ini Erik menjadi tenaga honorer PJLP Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikananan Pemprov DKI Jakarta. Dan Erik juga sebagai pengawas konservasi terumbu karang di Pulau Tidung.

Kategori Innovation and Technology

Creator : Onno W Purbo
Onno W Purbo adalah seorang tokoh dan pakar di bidang teknologi informasi asal Indonesia. Selain pakar, Onno juga dikenal sebagai penulis, pendidik, dan pembicara seminar. Sebagai aktivis Onno dikenal dalam upayanya memperjuangkan sistem operasi kolaborasi masyarakat yang gratis dan open source seperti Linux. Karya inovatifnya diantaranya adalah Wajanbolic, sebagai upaya koneksi internet murah tanpa kabel dan RT/RW-Net sebagai jaringan komputer swadaya masyarakat untuk menyebarkan internet murah, serta penerapan Open BTS. Pada bulan November 2020, ia menerima penghargaan Postel Service Award dari Internet Society. Postel Service Award diberikan kepada Onno karena telah memberikan kontribusi luar biasa bagi perkembangan teknologi Internet di Indonesia.

Kategori COVID-19 Collaborative Response

Creator : Prof. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K)
Prof Tjandra Yoga Aditama, SpP(K) Eks Dirjen P2P Kemenkes dan Guru Besar Paru FK UI ini mencapai karir tertingginya sebagai Direktur Penyakit Menular WHO untuk Asia Tenggara yang diembannya sejak 2018 hingga Oktober 2020. Sejak dahulu, ia dikenal gigih berkolaborasi dengan banyak pihak untuk memerangi bahaya merokok. Di masa pensiunnya ini, ia tetap aktif mengkampanyekan dan berkolaborasi untuk mengajak masyarakat agar hidup sehat khususnya di masa pandemi covid-19.

Kategori Equality and Empowerment

Creator : Franka Soeria
Entrepreneur Fashion Indonesia yang juga co-founder Modest Fashion Week dan #Markamarie. Memberdayakan pengungsi untuk berkarya di dunia fashion dalam proyek bernama Benang Project sejak 2018. Busana hasil kolaborasi pencari suaka di Kalideres itu dibawa Franka ke catwalk pelbagai negara, tak terkecuali ke Turki dan Dubai. Di Indonesia, hasil kolaborasi pengungsi dan desainer muda juga dipamerkan di berbagai event bergengsi. Karya-karyanya ini mendapat banyak perhatian dari masyarakat internasional.

Kategori Arts and Culture

Creator : Nano Riantiarno
Seorang aktor, penulis, sutradara dan pendiri Teater Koma di Jakarta. Hingga saat ini, ia berhasil membawa Teater Koma menjadi salah satu teater yang produktif di Indonesia. Melalui Teater Koma, Nano tidak hanya berkolaborasi dengan sesama anggota aktif, tetapi ia juga berkolaborasi dengan puluhan anggota yang dapat bergabung sewaktu-waktu. Ia juga berkolaborasi dengan kelompok teater lain di daerah dengan mengizinkan naskahnya untuk dimainkan di teater-teater daerah. Pernah menjabat sebagai Ketua Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta 1988 - 1990.